Minggu, 28 Juli 2013

A. TIPS PEMERIKSAAN KONDISI SEPEDA MOTOR.

Pemeriksaan Kembang Ban

Ban adalah bagian yang vital pada sepeda motor , apalagi digunakan pada saat hari hujan. Untuk mendapatkan kinerja maksimal, ban harus dirawat dengan baik.

Ban yang aus akan berkurang kemampuannya baik dalam ketahanan maupun fungsi traksinya. Sebaiknya ban diganti jika kembang ban sudah tinggal sedalam 0.8 mm. Jangan menunggu ban benar-benar gundul. Karena Saat melewati genangan air “Alur Ban” tersebut akan menyalurkan air kearah samping ban. Jika tidak ada alurnya “Air tidak dapat di distribusikan kearah samping akibatnya ban terangkat diatas permukaan air. Hal tersebut akan membuat sepeda motor oleng. Perhatikanlah hal hal berikut ini :

1. Gunakan tipe ban yang tepat sesuai dengan kondisi penggunaan, kapasitas pembebanan dan kecepatannya.

Tips : Jika melakukan penggantian Ban, Sebaiknya menggunakan merk dan Tipe yang sama antara Ban Depan dan belakang. Tipe kembang yang berbeda akan menyebabkan kinerja Ban berlainan. Cara aman gunakanlah tipe Ban yang direkomendasi oleh Pabrikan sepeda motor yang anda pakai karena pasti pihak pabrikan sudah melakukan test dengan berbagai kondisi cuaca.

2. Tekanan ban harus dijaga sesuai spesifikasi pabrikan. Walaupun hal ini sangat penting dan mudah untuk dilakukan, namun banyak pengguna motor yang tidak memperhatikannya.


Pemeriksaan tekanan Angin pada Ban , sebaiknya sesuai standard (Bacalah spesifikasi Pabrik pada buku panduan Pemilik). Jika terlalu rendah tekanannya Sepeda motor terasa berat saat dikendarai dan akan mudah bocor karena Ban Bagian dalam akan bergesekan dan menimbulkan panas berlebih. Jika terlalu kencang tekanannya akan terasa tidak stabil pada kecepatan menengah dan tinggi karena permukaan ban yang menyentuh permukaan jalan terlalu kecil.

3. Pasanglah “Tutup pentil” , karena akan mencegah masuknya kotoran dan juga berfungsi sebagai penyekat tambahan.

4. Jika anda memakai ban tubeless (tanpa ban dalam), usahakan saat mengganti ban dengan yang baru, ganti juga pentilnya karena pada pentil terdapat O ring yang terbuat dari karet yang akan berubah sifat kekerasan dan elastisitasnya seiring dengan waktu pemakaiannya. O ring yang sudah mengeras biasa akan retak sehingga mengakibatkan kebocoran.

5. Disarankan saat mengganti ban luar, ban dalam juga diganti bersamaan. Ban dalam yang sudah lama dipakai, akan mudah mengalami kebocoran. Apalagi jika sudah terlalu banyak tambalannya.

Pemeriksaan Sistim pemasukan Bahan Bakar & Karburator

Saat hujan menyebabkan kadar udara (02) sebagai pencampur bahan bakar yang disedot oleh karburator banyak mengandung air sehingga jika kondisi Sistim Bahan bakar seperti Tanki Bahan Bakar, Kran Bahan Bakar dan pipa bahan bakar terdapat karat atau kandungan air akan mengakibatkan kinerja mesin tersendat. Hal itu akan lebih menyusahkan dalam kondisi hujan. Datang ke Bengkel Resmi untuk perawatan berkala.

Pemeriksaan Oli Mesin.

Saat hujan kondisi udara yang banyak mengandung air dan terdapat genangan air di beberapa jalan yang tinginya lebih dari 30 cm (ukuran lutut orang dewasa) tentunya akan memudahkan air masuk ke dalam mesin dan tercampur dengan oli. Hal itu mudah dideteksi pengendara yaitu dengan melihat oli apakah berubah warna menjadi “PUTIH SUSU”. Jika ya artinya air sudah tercampur. Segera lakukan penggantian oli jika telah melewati jalan banjir yang cukup tinggi. Hal ini guna menghindari kerusakan yang lebih parah pada mesin.

Pemeriksaan Filter Udara.

Air dapat masuk juga lewat filter udara. Terutama jika melewati genangan air yang cukup tinggi atau banjir . Jika air tidak terlalu tinggipun berpotensi masuk ke mesin terutama jika kendaraan roda empat melaju disamping sepeda motor atau dari arah berlawanan. Akan membuat gelombang air dan menghantam bagian depan motor akibatnya air masuk melalui filter udara. Jika jumlah air terlalu banyak yang masuk , akan berakibat yang lebih parah yaitu “Water Hammer”. Water hammer adalah pukulan yang keras pada ruang bakar yang menyebakan kerusakan parah pada mesin seperti : Bengkoknya tangkai torak (Connecting Rod), Piston Pecah dll.

Pemeriksaan Sistim Pengereman.

Periksalah fungsi kerja Rem depan dan belakang, lakukan simulasi pengereman sebelum mengendarai beberapa kali untuk memastikan fungsinya bekerja dengan baik, selain fungsi deteksilah apakah ada suara berdecit jika ya, artinya permukaan Lining Kanvas Rem sudah licin dan perlu perawatan. Jika fungsinya terasa kurang baik periksalah ketebalan Rem dengan melihat langsung tebal Pad (Rem Disk) dan lihat indikator ketebalan pada Rem tipe Drum. Jika terlalu kecil segera lakukan penggantian di Bengkel Resmi.

Pemeriksaan Sistim Kemudi

Yang terakhir, periksalah sistem kemudi, karena diperlukan kestabilan yang baik saat berkendara saat hari hujan. Disamping itu sulit memprediksi kondisi jalan seperti lubang , bebatuan atau saat menghindari pengendara lain yang tiba tiba berhenti. Mintalah mekanik Bengkel Resmi untuk memeriksanya. Atau anda bisa lakukan tips berikut untuk pemeriksaan awal :

1. Posisikan sepeda motor pada Standard Utama (Main Stand)

2. Peganglah kedua Front Fork (Fork Depan) sambil berjongkok

Tapi sebelum itu pastikan Posisi Jari tangan anda tidak terlalu dekat dengan Disk Brake Depan karena akan terluka. Kondisi Sepeda motor tidak goyang goyang. dan pastikan disekitarnya tidak terdapat orang lain.

3. Dorong dan tarik kearah depan dan belakang

4. Rasakanlah apakah terdapat kelonggaran atau tidak.

Jika terdapat kelonggaran (Oblak), segeralah minta mekanik untuk mengencangkannya dan periksa kembali berat dan ringan gerakan kemudinya


B. TIPS PERSIAPAN SEBELUM BERKENDARA.

Helmet.

Saat hujan lebat dapat menyulitkan pandangan pengendara, apalagi jika hujan sangat lebat. Diperlukan Helmet yang dilengkapi dengan kaca pelindung sehingga pandangan tetap aman saat berkendara. Periksalah kaca helmet tidak boleh buram atau baret baret .

Tips : Biasanya saat berkendara saat hari hujan , napas kita akan membuat embun dibagian kaca bagian dalam. Dan saat hujan lebat sulit melihat dengan pandangan yang jelas. Oleskan Cairan “Shampo” Pada permukaan kaca untuk menghilangkan sisa oli atau kotoran. Hal ini akan memudahkan saat mengusapnya kotoran saat berkendara.

Jas Hujan.

Pilihlah jas hujan yang tidak terlalu besar , pilihlah yang ukurannya pas di tubuh kita atau jenis “Celana Panjang” karena akan mempwermudah gerakan tubuh saat berkendara. Hindari penggunaan jas tipe “JUBAH” karena sangat berbahaya, sebab ukuran yang terlalu besar membuat selalu berkibas terkena terpaan angin bahkan tidak jarang tersangkut pada bagain rantai, hal ini tentunya dapat menyebabkan kecelakaan.

Barang Bawaan.

Sebaiknya hindari Barang bawaan atau jika harus dibawa, ukurannya tidak lebih dari

Selain mudah basah, hal itu juga dapat mengganggu pengendara. Gunakanlah tas Punggung atau mengikatnya dibagian jok belakang.


C. TIPS MELEWATI KONDISI JALAN.

Jalan dengan genangan air

Saat melewati genangan air, usahakan untuk mengurangi kecepatan karena genangan air membuat traksi ban berkurang. Jika kondisi lalu lintas disekitarnya memungkinkan, usahakan untuk menghindarinya karena kita tidak tahu sedalam apa genangan air tersebut.

Jalan dengan banyak pasir, berlumpur atau banyak daun kering

Jalan seperti ini juga bisa membuat kita kehilangan kontrol kemudi atau ban selip. Cara terbaik memang dengan menghindari, namun jika sudah terlalu dekat akan sangat berbahaya untuk berbelok-belok menghindar. Sebaiknya kurangi kecepatan dan melintas secara perlahan.

Polisi tidur

Saat melewati polisi tidur, kurangi kecepatan dan lewati secara tegak lurus.

Jalan bergelombang atau berbatu-batu

Untuk melewati jalan seperti ini, gunakan gigi rendah dan melintas perlahan dengan hati-hati. Hindari memindah gigi dan berkendara dengan sedikit mengangkat pantat akan lebih memudahkan untuk menyeimbangkan kendaraan.

Melewati lempeng baja

Pada jalan yang sedang ada perbaikan gorong-gorong, kadang kita harus berjalan diatas lempeng baja contoh Perlintasan Kereta Api/Rel, penutup lubang saat perbaikan jalan dll. . Jika kondisi basah dan sedikit berlumpur, lempeng baja akan menjadi sangat licin. Melintas dengan perlahan dan hati-hati.

Tumpahan oli

Oli yang tumpah dijalan sangat membahayakan karena dapat menghilangkan traksi ban, kemudi menjadi susah dikontrol. Saat melewati tumpahan oli, usahakan jangan sampai melewati dengan kondisi miring / berbelok. Lebih baik berjalan tegak lurus dan usahakan mengurangi kecepatan.

Kondisi hujan

Jalan yang basah membuat jarak pengereman menjadi lebih jauh. Jaga jarak lebih panjang agar terhindar dari tabrak belakang. Saat berbelok juga harus dalam kecepatan yang lebih rendah daripada saat kita melewati dalam kondisi kering.

Mungkin beberapa keterangan diatas dapat mengingatkan kita saat kita berkendara agar dapat berkendara secara aman.

Memili oli yag baik dan benar :


Pelumas adalah bahan penting bagi kendaraan bermotor. Memilih dan
menggunakan pelumas yang baik dan benar untuk kendaraan bermotor anda,
merupakan langkah tepat untuk merawat mesin dan peralatan kendaraan agar
tidak cepat rusak dan mencegah pemborosan. Orang umum beranggapan bahwa
fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin. Padahal oli memiliki
fungsi lain yang tak kalah penting, yakni antara lain sebagai;
Pendingin, Pelindung dari Karat, Pembersih dan Penutup Celah pada
Dinding Mesin.


Semua Fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan; sebagai Pelumas,
Oli akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih
halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal.


Selain itu Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas
ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain mesin
yang lebih dingin.Dengan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan
kapasitas volume maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli,
tingkat kebocoran akan semakin kecil, namun disisi lain mengakibatkan
bertambahnya beban kerja bagi pompa oli. Oleh sebab itu, peruntukkan
bagi mesin kendaraan Baru (dan/atau relatif Baru berumur dibawah 3
tahun) direkomendasikan untuk menggunakan oli dengan tingkat kekentalan
minimum SAE10W. Sebab seluruh komponen mesin baru (dengan teknologi
terakhir) memiliki lubang atau celah dinding yang sangat kecil, sehingga
akan sulit dimasuki oleh oli yang memiliki kekentalan tinggi.Selain itu
kandungan aditif dalam oli, akan membuat lapisan film pada dinding
silinder guna melindungi mesin pada saat start. Sekaligus mencegah
timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang
lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam pelumas
berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang
saat pergantian oli.


SPESIFIKASI OLISemakin banyaknya pilihan oli saat ini, tidak
semestinya membuat kita bingung. Ada beberapa hal yang mungkin bisa
dijadikan Acuan; antara lain, kenali karakter kendaraan anda
(spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendara
(suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya.).

Tingkat kekentalan oli yang juga disebut "VISKOSITY-GRADE" adalah
ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperature
tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal
Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of
Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya,
menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50,
semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya
oli tersebut. Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal,
merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut
memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50
pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan
perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun.
Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada
kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.


Mutu dari oli sendiri ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum
Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API: SL,
kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua
mununjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin
baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai
dengan kebutuhan mesin modern.


Kode API Service dimulai dari SA SB SC SD SE SF SG SH SJ SL danyang
tertinggi saat ini adalah SM.SF/SG/SH - untuk jenis mesin kendaraan
produksi (1980-1996)SJ - untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 -
2001)SL - untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 - 2004)SM - untuk
jenis mesin kendaraan produksi (2005 - keatas)


Perhatikan peruntukan pelumas, apakah digunaan untuk pelumas mesin
bensin, atau diesel (2 tak atau 4 tak), peralatan industri, dan
sebagainya. Untuk memilih kualitas pelumas yang cocok, kita dapat
mengacu pada API Service (American Petroleum Institute), JASO (Japan
Automotive Standard Association), ACEA (Association Des Constructeurs
Europeens d' Automobiles), DIN (Deutsche Industrie Norm), dan lain-lain
yaitu acuan untuk kerja (performance) pelumas berdasarkan standar yang
dikeluarkan oleh lembaga independen industri pelumas international.

Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar
API-nya. Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan
oli synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthectic biasanya
PAO (PolyAlphaOlefin). Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama
dengan oli Synthetic API SL.


Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin2 berteknologi terbaru
(turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan yang
lebih baik (racing) dimana celah antar part/logam lebih
kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan
mengalir sempurna. Oli synthetic tidak disarankan untuk mesin yang
berteknologi lama dimana celah antar part biasanya sangat besar/renggang
sehingga bila menggunakan oli synthetic biasanya menjadi lebih boros
karena oli ikut masuk keruang pembakaran dan ikut terbakar sehingga oli
cepat habis dan knalpot agak ngebul. Berikut beberapa keunggulan oli
synthetic dibandingkan oli mineral :


• Lebih stabil pada temperatur tinggi• Mengontrol/Mencegah terjadinya
endapan karbon pada mesin• Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi
hari/cuaca dingin• Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah
terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin• Tahan
terhadapan perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama sehingga lebih
ekonomis dan efisien• Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga
dan mesin lebih dingin• Mengandung detergen yang lebih baik untuk
membersihkan mesin dari kerak


Jadi untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 ke atas disarankan sudah
menggunakan oli yang bertipe synthetic baik semi synthetic (campuran
dengan mineral oil) atau Fully-synthetic.

Note: Kalau untuk pemakaian sehari-hari cukup yang semi synthetic.


Oli untuk motor sampai saat ini belum dapat informasinya yang sudah
API SL. Oli motor synthetic hampir semuanya baru SJ, kalo mineral
mungkin baru SG/SH.

Mineral Oil :• Sprinta 2000 : SAE 20W-50, API SG• Evalube 4T : SAE
20W-50, API SF• Mesran Super : SAE 20W-50, API SG• Enduro 4T : SAE
20W-50, API SG• Penzoil Motorcycle 4T : SAE 20W-50, API SF

Oli yang bagus (biasanya synthetic) mampu memberikan lapisan film
tipis yang pada komponen metal yang bergerak yang mana berguna untuk
mengurangi gesekan komponen metal sehingga suara mesin jadi lebih halus
dan tarikan lebih mantap.Pada intinya milih oli hampir sama dengan milih
bini (cocok2an) tapi ada garis besarnya yang bisa di-ikuti :


• Disarankan jangan menggunakan oli untuk mobil ke motor anda sebab
ada bahan di-oli mobil yang harus dikurangi bahkan dihilangkan tetapi di
motor harus agak banyak untuk meredam gesekan karena putaran mesin
motor lebih tinggi dan lebih berat kerjanya.• Motor tahun 2001 keatas
disarankan menggunakan Oli API SG keatas misal API SH/SJ atau SL. SAE
bisa 20w50 atau 10w40. Usahakan yang Semi Sintetik karena lebih licin
sehingga bisa masuk kecelah2 metal mesin yang sempit dan tahan oksidasi
sehingga kualitas oli tidak gampang rusak dan mesin jadi lebih bersih
dan tentunya tarikan jadi lebih mantap.

Disarankan juga untuk menggunakan Pelumas yang memiliki dan
mencantumkan Nomor Pelumas Terdaftar Untuk melindungi kepentingan
masyarakat atas mutu pelumas yang beredar di dalam negeri pelumas sesuai
dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
1693.K/34/MEM/2001 tanggal 22 Juni 2002. Pelumas yang memiliki NPT
adalah pelumas yang telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis
serta lulus uji laboraturium terakreditasi yang ditunjuk oleh Direktorat
Jenderal MIGAS. NPT dapat diidentifikasikan dengan 12 digit huruf dan
angka Contoh : DEPTAMBEN RI NPT : AB25E4110199 atau DESDM RI NPT :
AC66E1054104.

MITOSMinimnya pengetahuan tentang perkembangan teknologi pelumas,
menyebabkan timbulnya banyak mitos di masyarakat. Sebagai contoh, saat
mengganti oli mesin... oli bekas berwarna hitam... sering dianggap oli
berkualitas buruk. Padahal justru sebaliknya, perubahan warna oli
menandakan bahwa oli telah bekerja dengan baik sebagai pelarut kotoran.
Selanjutnya kotoran akan terbawa keluar pada saat pergantian oli
dilakukan, karenanya dinding mesin akan terbebas dari kerak. Dilain
pihak, apabila perubahan warna tersebut terjadi dalam kurun waktu yang
sangat dekat (terhitung sejak saat pergantian pertama), itu menandakan
kemungkinan adanya kerusakan komponen didalam mesin sehingga oli cepat
teroksidasi.

Kita jangan bingung2, pake aja oli yang bagus (mungkin harus 2-4 kali
coba baru dapet, kayak pacaran aja kalau cocok jadi bini). Kalau
dilihat dibuku petunjuk motor hampir tidak disebutkan merk oli dan yang
disebutkan hanya API SG 20w50 atau yang lebih baik. Jadi kalau anda
pakai oli yang lebih baik kenapa takut garansi batal? Coba tanya ke
staff AHASS hal ini, apa jawaban mereka?


Untuk mencoba oli baru bisa ikuti prosedur berikut :• Sebelum ganti
oli, coba bersihkan saluran bahan bakar dan kerak yang mungkin ada di
mesin. Tidak usah bingung, bisa pakai carburetor cleaner yang dituang ke
tangki misal merk STP. Lakukan tiga hari sebelum ganti oli dan motor
dipakai seperti biasa dan kalau bias kecepatan agak tinggi, ini untuk
membersihkan saluran bahan bakar dan endapan karbon.• Ganti oli dengan
oli baru yang sesuai (jangan lupa ada JASO MA) termasuk filter olinya.
Lakukan penggantian oli pada kondisi mesin panas agar oli lama keluar
semua.• Coba deh pakai selama seminggu ada perubahan yang enak gak?
Kalau nggak berarti olinya tidak cocok. Perubahannya: - Suara mesin jadi
lebih halus, tarikan lebih ringan, tenaga lebih mantap.

Oli merk apapun kalau sudah mendapat sertifikasi API (SG/SH/SJ/SL)
dan JASO MA berarti oli itu sudah memenuhi standar baku yang cukup bagus
dan memenuhi semua unsur yang diperlukan oleh mesin. Masalahnya banyak
oli di Indonesia tidak ada ada sertifikasi tersebut. Coba lihat kemasan
oli anda, kalau tidak ada sertifikasi tersebut apakah anda rela mesin
anda menderita sengsara dan akhirnya turun mesin bahkan ganti mesin?
Berikut contoh Jenis-jenis Oli yang umum dipakai dan peredarannya mudah didapat di bengkel-bengkel resmi penyalur oli:


Oli Repsol:- Repsol Moto Racing 4T 10W50 Semi Synthetic Oil,
Sertifikasi: API SJ; JASO MA- Repsol Moto 4T 15W50 Mineral Oil- Repsol
Moto Sint├ętico 4T 10W40 Semi Synthetic Oil, Sertifikasi: API SG; JASO
MA; Honda Specs.


Oli Shell 4T:- Shell Advance S4 SAE 10W-40, 15W-40, 20W-40, 20W-50,
SAE 40 Mineral oil, Sertifikasi: API SF; belum JASO MA menurut Shell
Singapore (<http://www.shell.com/home/Framework...4_10171158.html>) API SL; JASO MA menurut Shell USA (<http://www.shell.com/home/Framework...4t_ga_2101.html>)-
Shell Advance SX4 SAE 10W-40, 15W-40, 15W-50 20W-50 Mineral oil- Shell
Advance VSX4 SAE 10W-40, 15W-50, 20W-40 Semi Synthetic oil Sertifikasi:
API SL - JASO MA- Shell Advance Ultra 4 SAE 10W-40, 15W-50 Synthetic
oil, Sertifikasi: API SG menurut Shell Singapore API SL - JASO MA
menurut Shell USA.


Rasanya untuk produk oli import musti cek kemasannya sebab walaupun
kemasannya sama tapi sertifikasi beda. Jadi yang disana beli 35.000 kok
disini murah cuman 25.000 ternyata beda sertifikasi. Waspadalah...!

Oli Top1 :- SMO-MC SAE 20W-50 Semi Synthetic, Sertifikasi: API..??- EVOLUTION SAE 15W-50 Synthetic, Sertifikasi: API SL


Oli Esso ada 4 tipe :- Esso 4T 20W-40, 20W-50 (recommended for engine
<50cc -="" 4t="" api="" esso="" jaso="" ma-="" mineral="" oil="" p="" power="" sertifikasi:="" sf=""> 10W-40, 15W-40, 15W-50, 20W-50 Mineral Oil, Sertifikasi: API SG - JASO
MA- Esso 4T Pace 10W-40 Semi Synthetic Oil, Setifikasi: API SJ - JASO
MA- Esso 4T Gold 10W-40, 15W-50 and 20W-50 Synthetic Oil, Sertifikasi:
API SJ, SH (15W-50) - JASO MA


Caltex:- Caltex Revtex Fully Synthetic 4T SAE 10W40,- Caltex Revtex
Semi-Synthetic 4T SAE 20W50,- Caltex Revtex Super 4T SAE 10W40, 20W40,
20W50, Sertifikasi: API SG, JASO MA- Caltex Revtex Plus 4T SAE 25W-40,-
Caltex Revtex 4T SAE 40, Sertifikasi: API SF, JASO MA


Mobil 1:- Mobil Super 4T SAE 15W-50, Seritifikasi: API SG, JASO MA-
Mobil Extra 4T SAE 10W-40- Mobil Racing 4T SAE 15W-50, Sertifikasi: API
SJ, JASO MA

OLI AGIP :- AGIP Super 4T MINERAL 15W-50- AGIP TEC 4T SEMI-SINT. 15W-50- AGIP Racing 4T SINT. 20W-50, Sertifikasi: API SJ


OLI MOTUL :- MOTUL 3000 4T MINERAL 20W-50- MOTUL 5100 Ester
SEMI-SINT. 15W-50- MOTUL 300V competition SINT. 15W-50, Sertifikasi: API
SG – JASO MA


Ternyata oli mineral gak cocok untuk motor baru, so yang pakai repsol
moto 15W50 siap2 ganti aja Jangan Keliru Memilih Oli Mesin MINYAK
pelumas atau oli tidak akan terpisahkan dengan mesin kendaraan bermotor.
Tanpa oli, mesin rontok. Bila oli berkurang, komponen akan cepat aus
akibat gesekan antara kedua permukaan komponen. Karena itu, kelangsungan
hidup mesin amat dipengaruhi oleh oli. Makin besar kerja mesin, makin
penting peran oli. Hal serupa juga terjadi pada sepeda motor, terutama
di kota-kota besar, di mana lalu-lintas cenderung macet, ruwet, dan suhu
kian panas. Mengingat penting dan peranannya, oli menjadi ladang bisnis
menggiurkan paling tidak tiap 2.000 km sampai 5.000 km-- oli harus
diganti. Berbagai merek dan jenis oli pun bermunculan di pasaran. Mulai
dari oli biasa (konvensional) yang disebut pelumas mineral, sampai oli
sintetis dan semi sintetis.


Perbedaan ketiga jenis oli ini, bisa dilihat dari komponen dan unsur
di dalamnya. Pelumas konvensional, umumnya terdiri atas 90% minyak dasar
(crude oil), hasil penyulingan minyak bumi, ditambah 10% campuran bahan
kimia aditif guna meningkatkan kinerjanya. Bahan kimia yang dipakai
sebagai campuran biasanya detergen (pembersih), antioksidasi dan Index
Viscosity Imorover (campuran peningkat kekentalan). Penggabungan
unsur-unsur itu membentuk oli yang mampu melumasi mesin. Pelumas
sintetis, sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan-bahan
aditif. Jumlahnya menentukan jenis oli sintetisnya. Oli sintetis penuh
(full synthetic oil) mengandung 100% bahan aditif, yaitu minyak dasar
bahan kimia yang bukan dihasilkan dari penyulingan minyak bumi.
Sedangkan oli semi sintetis pelumas yang dibuat dengan menggunakan
minyak dasar bahan kimia dicampur minyak mineral. Mengingat proses
pengolahannya tidak lagi mengandalkan minyak dasar, bahan kimia yang
banyak diaplikasi sebagai pengganti antara lain ester asam berbasa dua,
ester organo fosfat, ester-silikat, glicol-polialkilena, silikon,
klorida sert fluor hidrokarbon.


Mengingat bahannya masih alami, oli mineral amat cocok untuk motor
motor lawas, seperti Honda C-70, Honda C-90Z, Supercup, Astrea 800,
Yamaha V-75, Suzuki Crystal, Binter Mercy, dan sebagainya. Kelebihannya,
oli tak mudah menguap saat mesin ada pada temperature ideal, sehingga
jeroan yang sudah aus tidak bertambah parah.


Untuk mesin motor baru seperti Honda Supra, Karisma, Astrea Impressa,
Yamaha F1-Z, RX-King, RX-Z, Kawak Ninja, Yamaha Vega, Jupiter, Kawasaki
Kaze, Suzuki Shogun, dan sebagainya, bisa memakai oli semi-sintetis.

Perpaduan unsur mineral dan kimia, mampu menjaga kondisi mesin tetap
prima, tanpa meninggalkan kemampuan untuk melindungi komponen dalam
mesin. Sedangkan oli full synthetic sangat cocok dipakai pada motor
balap yang mesinnya terus menerus digeber pada putaran (rpm) tinggi. Oli
ini mampu melumasi seluruh bagian mesin sampai di sela-sela kecil
sekalipun. Tingkat kekentalannya pun stabil meski dalam kondisi ekstrem,
dan mampu menjaga mesin meski pada suhu tinggi. Klasifikasi oli
sintetis tidak berbeda dengan oli biasa. Pelumas sintetis mempunyai
jenis klasifikasi tingkat kekentalan tunggal (single grade), misalnya
SAE 20, SAE 40 dan SAE 50. Ada juga jenis klasifikasi tingkat kekentalan
jamak (multigrade) antara lain SAE 15W-50 atau SAE 20W-50.


Bahkan, pada aplikasi motor balap atau mesin berteknologi mutakhir,
tingkat kekentalannya sering dibuat sangat ekstrem, misalnya SAE 5W-50,
SAE 10W-60. Mengingat oli sintetis memiliki banyak keunggulan dan proses
pembuatannya lebih rumit dibanding oli biasa, harganya pun relatif
mahal. Nah, untuk memilih oli yang pas, sesuaikan dengan kebutuhan mesin
motor Anda. Terima Kasih, semoga artikel ini membantu anda untuk
menentukan Oli yg terbaik utk mesin kendaraan anda ! (CMIIW)